KARAKTERISTIK HASIL PENDONOR REAKTIF SIFILIS DI UTD PMI KOTA MADIUN TAHUN 2021-2023
DOI:
https://doi.org/10.65228/jtbd.v5i1.34Kata Kunci:
Uji Saring IMLTD, Reaktif Sifilis, Karakteristik PendonorAbstrak
Latar Belakang: Penularan penyakit Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) merupakan salah satu resiko dari tindakan medis transfusi darah. Produk darah yang ditransfusikan kepada resipien harus terjamin keamanan dan kecocokannya dengan melakukan pemeriksaan IMLTD. Salah satu parameter pemeriksaan
IMLTD adalah penyakit sifilis. Sifilis adalah salah satu penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) yang
ditimbulkan oleh bakteri Treponema Pallidum yang termasuk salah satu bakteri spirochaeta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran karakteristik hasil pendonor reaktif sifilis metode chlia di UTD PMI Kota Madiun tahun 2021-2023 berdasarkan aspek usia, jenis kelamin, golongan darah ABO dan Rhesus,
jenis pekerjaan, dan status donor. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Subyek penelitian ini seluruh pendonor darah yang reaktif sifilis pada pemeriksaan IMLTD yang menggunakan teknik sampling non-probability dengan Total Sampling dengan jumlah 106 responden. Pengumpulan data penelitian menggunakan data sekunder dari SIMDONDAR pada setiap karakteristik
pendonor. Hasil : Pada penelitian ini diperoleh hasil keseluruhan pendonor reaktif sifilis pada tahun 2021-2023 sebanyak 106 pendonor. Pendonor reaktif sifilis terjadi paling banyak pada usia 36-45 tahun, didominasi jenis kelamin laki-laki, paling banyak pada golongan darah O rhesus positif, mayoritas dari donor baru dan
didominasi dari pekerjaan karyawan swasta.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Hanifah Dewiningrum, Ni Luh Putu Eka Sudiwati , Roni Yuliwar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


